shalat jumat | apakah harus minimal 40 jama’ah?

March 6, 2011 § Leave a comment

Ada hal yang menjadi pertanyaan papafaiz akhirakhir ini dikantor, terkait dengan keberadan masjid/ mushola yang ada di kantor. Kepala Kantor berinisiatif untuk mengadakan sholat jumat di masjid/ mushola tersebut. Mengingat masih banyaknya pro dan kontra terkait kesinambungan jamaah yang ada di kantor, yang kadang pasang dan kadang surut (karena pada bulan-bulan tertentu, hampir sebagian besar pegawai melakukan pemeriksaan di luar kota).gaza

Yang pro beralasan, masjid / mushola ini sudah layak untuk menampung lebih dari 40 jamaah dan harap diketahui juga, jamaah shalat jumat ini juga diharapkan tidak hanya dari kalangan pegawai disini tapi juga masyarakat yang berada di sekitar kantor. Sedangkan yang kontra mempunyai alas an, bahwa shalat jumat harus diadakan di masjid/mushola yang pelaksanaan sholat fardhunya dilakukan secara rutin, tidak hanya pada saat jam kerja saja.

Terlepas dari pro dan kontra yang ada, papafaiz hingga kemarin belum mendapatkan jawaban yang pas di hati papafaiz, dalam artian yang merujuk pada sunnah Rasul dan contoh dari para sahabat nabi.

Dulu waktu diklat juga pernah papafaiz alami hal demikian pula. Namun, waktu itu ada teman dekat papafaiz yang pernah mendapatkan jawaban dari ustadz tentang permasalahan apakah bisa shalat jumat diadakan di masjid/mushola yang tidak setiap waktu shalat diadakan sholat fardhu? Dalam kata lain, bisakah suatu masjid dijadikan sebagai tempat sholat jumat di pekan ini, dan kemudian di pekan uang lain tidak diadakan shalat jumat? Dan apakah jumlah jamaah pada waktu shalat jum’at minimal harus 40 orang?

Pada waktu itu, sebenarnya papafaiz diberikan jawabannya sama teman papafaiz tersebut, tapi papafaiz tidak terlalu paham dengan penjelasannya. Karena itulah, papafaiz mencoba untuk bertanya pada ustadz google tentang permasalahan ini. Berikut merupakan jawaban dari link yang diberikan oleh ustadz google.

JUMLAH JAMA’AH PADA SHALAT JUM’AT

Shalat berjama’ah sah dilakukan walaupun hanya dengan seorang (makmum) bersama seorang imam, sedangkan shalat Jum’at merupakan salah satu dari shalat-shalat wajib lainnya. Barangsiapa yang mensyaratkan tambahan bilangan yang ada pada shalat berjama’ah, maka ia harus menunjukkan dalil pendapatnya itu, dan niscaya dia tidak akan mendapatkan dalilnya. Anehnya banyak sekali pendapat tentang bilangan tersebut hingga sampai lima belas pendapat, dan tidak ada dalil yang dijadikan landasan oleh mereka kecuali satu pendapat saja. Sesungguhnya shalat Jum’at sama dengan jumlah pada shalat-shalat (berjama’ah) yang lainnya. Bagaimana tidak, sedangkan syarat hanya bisa tetap bila ada dalil yang secara khusus menunjukkan bahwa suatu ibadah tidak sah kecuali dengan adanya syarat tersebut, penetapan syarat seperti ini (jumlah tertentu) sama sekali tidak berlandaskan atas sebuah dalil, terlebih lagi sikap tersebut merupakan kelancangan yang teramat sangat dan merupakan keberanian untuk berbicara atas Nama Allah dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam di dalam syari’at-Nya.

Saya senantiasa merasa aneh kenapa hal itu bisa terjadi di kalangan para penulis, bahkan dicantumkan di dalam buku-buku bimbingan shalat, mereka memerintahkan orang awam untuk meyakini dan mengamalkannya, padahal pendapat tersebut ada di dalam jurang kehancuran, pendapat tersebut tidak khusus ada di dalam satu madzhab dari berbagai madzhab, juga bukan terjadi hanya pada satu daerah saja. Akan tetapi terjadi secara turun-menurun, seakan-akan pendapat tersebut diambil dari Kitabullah! Padahal ia hanya merupakan hadits khayalan belaka!

Aduhai! Apa bedanya ibadah ini dengan ibadah yang lainnya? Bisakah syarat dan rukun-rukunnya serta wajibnya menjadi tetap hanya dengan dalil, yang jika disodorkan kepada para peneliti niscaya mereka tidak mungkin menjadikannya sebagai Sunnah, apalagi menjadikannya wajib apalagi syarat?

Yang benar adalah sesungguhnya shalat Jum’at merupakan kewajiban dari Allah Subhanahu wa Ta’ala yang merupakan syi’ar di antara syi’ar-syi’ar Islam dan merupakan salah satu bentuk shalat dari berbagai macam shalat, maka barangsiapa menganggap adanya syarat tertentu yang berbeda dengan shalat lainnya, maka ucapannya tidak akan didengar (diterima) kecuali jika berlandas-kan atas dalil.

Jika pada suatu tempat hanya ada dua orang, maka salah satu di antara keduanya berdiri menyampaikan khutbah, sedangkan yang lainnya mendengarkan, kemudian mereka berdua melakukan shalat, [dengan itu berarti mereka berdua telah melakukan] [5] shalat Jum’at.

Kesimpulan, semua tempat layak untuk melak-sanakan kewajiban ini,[6] jika di dalamnya ada dua orang muslim sebagaimana shalat berjama’ah yang lainnya. Bahkan jika ada yang mengatakan bahwa semua dalil yang menunjukkan sahnya shalat sendirian mencakup sahnya shalat Jum’at, maka pendapat itu pun tidak jauh dari kebenaran [7].

Untuk lebih lengkapnya silakan baca pada sumber dibawah ini.

sumber : hukum shalat jumat, jumlah jamaah pada shalat juma’at oleh syaikh Albani

Dari penjelasan diatas, dapatlah papafaiz simpulkan.

  1. Bahwa shalat jumat tidak memerlukan syarat jamah mencapai 40 orang, karena dengan 2 orang saja bisa untuk mendirikan sholat jumat.
  2. Shalat jumat bisa dilakukan di tempat yang tidak rutin dilakukan shalat fardhu. Jika masih ada yangmempertanyakan hal tersebut, bisa dijawab dengan pernyataan berikut :

ketika Anda mengetahui adanya sesuatu penghalang untuk mendirikan shalat jumat, maka apakah penghalang tersebut? Karena pada dasarnya adalah sahnya suatu peribadatan di mana saja ia lakukan dan kapan saja kecuali adanya dalil yang menunjukkan larangan, sedangkan di dalam masalah ini sama sekali tidak ada larangan

Semoga bisa menjadi amal kebaikan bagi kita semua..

sayang untuk dilewatkan:

Tagged: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading shalat jumat | apakah harus minimal 40 jama’ah? at papafaiz.

meta

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: